counter free hit unique web Pengaruh Money Politic dalam Pemilu 2024: Masih Ampuh atau Tidak? | Literaksi

Pengaruh Money Politic dalam Pemilu 2024: Masih Ampuh atau Tidak?

Tudingan tersebut muncul, menyusul seorang warga membentangkan kaus bergambar wajah Prabowo Subianto.

Money politic yang dituding dilakukan Gus Miftah.
Potret pendakwah terkenal, Gus Miftah yang tengah membagi-bagikan uang kepada warga di Kabupaten, Pamekasan, Madura, Jawa Timur

Literaksi.com – Pendakwah Gus Miftah dituding menerapkan politik uang atau money politic karena membagikan uang kepada warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur baru-baru ini.

Meski begitu, Gus Miftah membantah tudingan yang menyebut dirinya membagikan uang sebagai money politic. Ia menegaskan bahwa ia diminta membantu membagikan uang tersebut ketika berkunjung ke salah satu pengusaha Pamekasan.

Tudingan tersebut muncul, menyusul seorang warga membentangkan kaus bergambar wajah Prabowo Subianto.

Meski membantah, praktik politik uang masih kerap ditemui di berbagai level pemilihan, termasuk Pemilu 2024.

Money politic dapat menjadi jurus ampuh, terutama di pelosok desa. Namun, praktik ini tidak sepenuhnya kuat untuk memenangkan calon. Hal ini terbukti dari kasus pemilihan lurah di Desa Palding Jaya, Sumatera Utara, di mana dua calon yang kalah justru meminta uang mereka kembali yang sempat dibagikan ke para warga.

Sebenarnya, Gakkumdu bisa terjun langsung untuk menetapkan siapa pelaku money politic itu. Namun hal itu dianggap hanya formalitas selama pesta demokrasi di Indonesia ini bergulir.

Meski begitu, praktik politik uang ini juga tak sepenuhnya kuat untuk memenangkan calon. Tidak hanya calon legislatif saja, seperti pemilihan lurah atau pemilihan bupati-wali kota juga bisa terjadi.

Bawaslu RI sendiri terus memantau praktik politik uang dan memperingatkan bahwa sanksi administratif akan diberikan kepada pasangan calon yang terbukti melakukan politik uang. Namun, penerapan hukuman ini dinilai bias karena sulit untuk mencari bukti.

Hingga kini masa kampanye menuju Pemilu 2024 terus dilakukan masing-masing paslon. Hal itu juga untuk mempersuasi pemilih untuk memberikan suara pada Februari tahun depan.

Kubu Prabowo-Gibran sendiri dianggap cukup unggul pada survei yang dilakukan baru-baru ini. Sementara di posisi kedua ada pasangan Ganjar-Mahfud dan diikuti Anies-Muhaimin.

Ahmad muhammad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *