counter free hit unique web Jelang Idul Adha, Jumlah Hewan Kurban di Bantul Tercukupi | Literaksi
NEWS  

Jelang Idul Adha, Jumlah Hewan Kurban di Bantul Tercukupi

Bantul juga sudah mengantisipasi hewan kiriman dari luar daerah.

Sapi salah satu hewan kurban yang bisa disembelih saat Idul Adha.
IlustrasI Sapi [Istimewa]

Literaksi.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, DIY memastikan stok hewan kurban untuk Idul Adha 1445 Hijriah aman, meskipun didatangkan dari peternak luar daerah.

“Kami telah memantau hewan kurban di tempat penampungan dan pasar hewan. Stoknya aman, meski ternak didatangkan dari luar daerah,” ujar Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, Jumat (31/5/2024).

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok hewan kurban di tempat penampungan, kandang kelompok ternak, dan pasar hewan di Bantul mencukupi. Sebagian hewan kurban sudah dipesan oleh Sohibul dan siap dikirim menjelang Idul Adha 2024.

Di kandang sapi wilayah Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan ternak, kini tersedia puluhan sapi untuk hewan kurban Idul Adha tahun ini.

“Ternak Pak Suwardi di Tirtonirmolo berasal dari Gunungkidul, dan banyak ternak dari Madura di Bantul. Hal ini terjadi karena pengusaha ternak di sini sebelumnya kesulitan mencari hewan ternaknya,” tambahnya.

Bantul sebenarnya memiliki sentra ternak sapi, namun peternak di sana lebih fokus pada pembibitan ternak betina, yang dijual setelah melahirkan anak sapi, bukan untuk penggemukan sapi jantan yang dibutuhkan untuk Idul Adha.

“Oleh karena itu, kami harus mencari sapi pejantan di luar daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat,” jelasnya.

Kebutuhan hewan kurban di Bantul pada 2024 diperkirakan sekitar 7.000 sapi, serta 15.000 hingga 16.000 kambing dan domba, jumlah yang hampir sama dengan tahun lalu, dengan penyembelihan di 2.200 titik.

“Kami sudah memeriksa kondisi hewannya, sejauh ini semua dalam keadaan sehat dan bebas penyakit. Setiap hewan nantinya wajib dilengkapi dengan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) yang diterbitkan oleh dokter hewan dari pos kesehatan hewan,” ujar dia.

Ahmad muhammad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *